Ya, 30 hari lagi usia saya 31 tahun. Inn sha Allah. aamiin YRA.
Di usia ini, jujur saja saya belum merasa di keadaan aman, entah itu kehidupan percintaan (halah!) apalagi keuangan. Sebagai seorang single moms dengan dua orang anak laki-laki, keadaan ini jujur saja bikin saya sedikit khawatir, tetapi sebagai seorang perempuan biasa, keadaan ini justru bikin saya ngga peduli.
Tapi ada yang saya syukuri, teramat saya syukuri malah, bawah saya mencapai di tahap IKHLAS. Berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan keadaan, bahkan berdamai dengan mantan suami. Sehingga saya bisa dengan santai ngobrol dengan beliau, tanpa rasa dendam, marah atau justru rasa cinta.
Ya, laki-laki ini, yang pernah selama 11 tahun menemani kehidupan saya, tampak seperti laki-laki lain, semacam teman sekolah saya. Yang bisa saya ajak ngobrol tanpa rasa sakit yang teramat dalam, seperti beberapa tahun terakhir. No hard feeling.
Saya berdamai, dan itu dimulai dengan saya mengijinkan ByanMirza menginap bersama ayahnya, dan (mungkin) calon istri ayahnya. Saya pikir, ByanMirza pun harus menghormati dia sebagai "teman" ayahnya, seperti saya ingin ByanMirza menghormati #partner saya sekarang.
Saya tahu, ngga ada satu pun perempuan yang bahagia menghadapi perceraian, atau tertawa senang ketika palu hakim di ketuk, semua perempuan pasti terpuruk. Merasa hancur. Tidak berharga atau di hargai. Merasa tidak diinginkan oleh lelaki manapun. Just take your time, nikmati setiap sakitnya, rasakan setiap air matanya, keluarkan emosinya, dan ketika kita berdamai dengan keadaan, semua terasa lebih baik.
jadi, inilah saya, perempuan menjelang usia 31 tahun.
Moms | Partner | a Leader at Oriflame with Simplebiznet | Lover | Dreamer | Not Perfect But Confident | Follow me @deasyindah1
Rabu, 06 November 2013
Selasa, 24 September 2013
Dear Byan, Mirza ... Ini surat cinta dari Bubu
Dear Byan, Mirza
Entah kenapa pagi ini rasanya mellow sekali, Bubu melihat Mirza yang lagi nonton TV, membayangkan kakak yang lagi sekolah tanpa di minta dan tanpa permisi, bubu menangis. Yaa...bubu sedih atau bubu bahagia, karena ternyata kalian sudah sebesar ini.
Siang ini, bubu akan menuliskan surat cinta untuk kalian.
Byan, Mirza
Bubu mengingat dengan jelas, kehamilan kalian. Berbeda, tapi bubu menikmati setiap momen berharga.
Kehamilan Kakak yang nyaris tanpa masalah. Berjalan lancar. Alhamdulillah.
Apakah kakak ingat, ketika di perut bubu, kita pulang jam 2 malam sehabis nonton soundrenalin ?
Apakah kakak ingat, kalo bubu ngidam banget ayam bakar bu imas, dan niat banget dari tanjung sari ke ITC naik bis hanya untuk makan ayam bakar ?
Apakah kakak ingat, kita hobi sekali jalan-jalan, datang ke event-event kantor ayah ?
Aahhh bubu masih mengingatnya dengan jelas.
Apakah kakak ingat, ketika hari lahir kamu tiba, bubu dan ayah bernyanyi sepanjang jalan hanya untuk berusaha menghilangkan rasa sakit akibat kontraksi.
Dan Mirza, bubu bersyukur bisa melewati kehamilan dan kelahiran kamu dengan lancar. Okey, bubu terlena dengan kehamilan kakak yang tanpa morning sick, tanpa masalah, tapi ternyata Allah memberikan nikmat itu semua di kehamilan kamu.
Nyaris 9 bulan bubu isi dengan mual-mual, muntah-muntah.
Apakah kamu ingat, bagaimana bubu menangis, ketika tidak ada lagi yg bisa bubu keluarkan dari perut sementara rasa mual kian menyapa dengan hebatnya ?
Apakah kamu ingat, ketika bubu berusaha mati-matian minum susu hanya agar kamu tumbuh kuat di perut bubu ?
Apakah kamu ingat, ketika bubu nyaris menyerah ketika melahirkan kamu.
Apakah kamu ingat di Manado, hanya ada bubu, kakak dan ayah ?
Apakah kamu ingat bubu lemas, capek tapi bahagia setelah kontraksir hampir 30 jam lamanya ?
Aaahhh Mirza, apakah kamu ingat semua ?
Melewati hari demi hari, tentu bubu menikmati semuanya.
Menikmati kenakalan kalian
Menikmati pertumbuhan kalian
Menikmati setiap tahap kehidupan kalian
Bubu akan menikmatinya, karena bubu tahu, bubu akan merindukannya.
Byan, Mirza
Saat ini, bubu berusaha keras menjalankan hidup sehat.Okeeyy walau kadang godaan sekedar malas berolah raga atau makan makanan yang berlemak kerap datang, tapi bubu berusaha, berusaha untuk hidup sehat.
kenapa ?
Bukan ... bukan karena bubu pengen punya badan sekeren Angelina Jolie.
Tapi karena bubu mau, menemani Byan dan Mirza lebih lama dalam keadaan sehat. Tidak menyusahakan kalian di masa tua bubu.
Bubu ingin melihat Byan dan Mirza di wisuda
Bubu ingin melihat Byan dan Mirza menikah
BUbu ingin melihat Byan dan Mirza berkeluarga, memberikan bubu cucu yang lucu
Bubu percaya, bahwa Byan dan Mirza akan punya pilihan dalam hidup nanti. Entah mau sekolah dimana, menikah dengan siapa, bekerja dimana. Bubu membebaskan kalian untuk memilih, walau mungkin bubu tidak ada di pilihan kalian. Pilihlah yang baik, membawa kebaikan buat semua
Bubu bahagia, ketika kalian berbahagia.
Byan, Mirza
Bubu minta maaf, untuk banyak waktu yang tidak bisa kita lewati bersama. untuk semua kesibukan bubu.
Bubu hanya ingin, Byan dan Mirza mengingat bahwa punya seorang bubu yang tidak pernah menyerah, memberikan yang terbaik untuk kalian.
Biarkan bubu bekerja keras mencari uang, bubu hanya minta nilai yang baik sebagai balasan. Hidup yang lurus, bukan ... bukan hanya demi kebahagiaan bubu, tapi juga kebagahiaan kalian.
Di masa tua bubu nanti, bubu ingin tinggal di sebuah panti jompo, berbaur dengan banyak orang seumuran bubu, bubu ngga ingin menyusahkan kalian.
Tapi bubu ingin, datanglah menjenguk bubu.
Dengan istri kalian yang sholeha
Dengan anak-anak kalian yg sholeh
Dengan rindu yang teramat sangat
Tumbuh besar anak-anakku
Buat bubu bangga
Karena saat ini, hanya itu yang bubu mau.
Bubu sayang Byan
Bubu sayang Mirza
Entah kenapa pagi ini rasanya mellow sekali, Bubu melihat Mirza yang lagi nonton TV, membayangkan kakak yang lagi sekolah tanpa di minta dan tanpa permisi, bubu menangis. Yaa...bubu sedih atau bubu bahagia, karena ternyata kalian sudah sebesar ini.
Siang ini, bubu akan menuliskan surat cinta untuk kalian.
Byan, Mirza
Bubu mengingat dengan jelas, kehamilan kalian. Berbeda, tapi bubu menikmati setiap momen berharga.
Kehamilan Kakak yang nyaris tanpa masalah. Berjalan lancar. Alhamdulillah.
Apakah kakak ingat, ketika di perut bubu, kita pulang jam 2 malam sehabis nonton soundrenalin ?
Apakah kakak ingat, kalo bubu ngidam banget ayam bakar bu imas, dan niat banget dari tanjung sari ke ITC naik bis hanya untuk makan ayam bakar ?
Apakah kakak ingat, kita hobi sekali jalan-jalan, datang ke event-event kantor ayah ?
Aahhh bubu masih mengingatnya dengan jelas.
Apakah kakak ingat, ketika hari lahir kamu tiba, bubu dan ayah bernyanyi sepanjang jalan hanya untuk berusaha menghilangkan rasa sakit akibat kontraksi.
Dan Mirza, bubu bersyukur bisa melewati kehamilan dan kelahiran kamu dengan lancar. Okey, bubu terlena dengan kehamilan kakak yang tanpa morning sick, tanpa masalah, tapi ternyata Allah memberikan nikmat itu semua di kehamilan kamu.
Nyaris 9 bulan bubu isi dengan mual-mual, muntah-muntah.
Apakah kamu ingat, bagaimana bubu menangis, ketika tidak ada lagi yg bisa bubu keluarkan dari perut sementara rasa mual kian menyapa dengan hebatnya ?
Apakah kamu ingat, ketika bubu berusaha mati-matian minum susu hanya agar kamu tumbuh kuat di perut bubu ?
Apakah kamu ingat, ketika bubu nyaris menyerah ketika melahirkan kamu.
Apakah kamu ingat di Manado, hanya ada bubu, kakak dan ayah ?
Apakah kamu ingat bubu lemas, capek tapi bahagia setelah kontraksir hampir 30 jam lamanya ?
Aaahhh Mirza, apakah kamu ingat semua ?
Melewati hari demi hari, tentu bubu menikmati semuanya.
Menikmati kenakalan kalian
Menikmati pertumbuhan kalian
Menikmati setiap tahap kehidupan kalian
Bubu akan menikmatinya, karena bubu tahu, bubu akan merindukannya.
Byan, Mirza
Saat ini, bubu berusaha keras menjalankan hidup sehat.Okeeyy walau kadang godaan sekedar malas berolah raga atau makan makanan yang berlemak kerap datang, tapi bubu berusaha, berusaha untuk hidup sehat.
kenapa ?
Bukan ... bukan karena bubu pengen punya badan sekeren Angelina Jolie.
Tapi karena bubu mau, menemani Byan dan Mirza lebih lama dalam keadaan sehat. Tidak menyusahakan kalian di masa tua bubu.
Bubu ingin melihat Byan dan Mirza di wisuda
Bubu ingin melihat Byan dan Mirza menikah
BUbu ingin melihat Byan dan Mirza berkeluarga, memberikan bubu cucu yang lucu
Bubu percaya, bahwa Byan dan Mirza akan punya pilihan dalam hidup nanti. Entah mau sekolah dimana, menikah dengan siapa, bekerja dimana. Bubu membebaskan kalian untuk memilih, walau mungkin bubu tidak ada di pilihan kalian. Pilihlah yang baik, membawa kebaikan buat semua
Bubu bahagia, ketika kalian berbahagia.
Byan, Mirza
Bubu minta maaf, untuk banyak waktu yang tidak bisa kita lewati bersama. untuk semua kesibukan bubu.
Bubu hanya ingin, Byan dan Mirza mengingat bahwa punya seorang bubu yang tidak pernah menyerah, memberikan yang terbaik untuk kalian.
Biarkan bubu bekerja keras mencari uang, bubu hanya minta nilai yang baik sebagai balasan. Hidup yang lurus, bukan ... bukan hanya demi kebahagiaan bubu, tapi juga kebagahiaan kalian.
Di masa tua bubu nanti, bubu ingin tinggal di sebuah panti jompo, berbaur dengan banyak orang seumuran bubu, bubu ngga ingin menyusahkan kalian.
Tapi bubu ingin, datanglah menjenguk bubu.
Dengan istri kalian yang sholeha
Dengan anak-anak kalian yg sholeh
Dengan rindu yang teramat sangat
Tumbuh besar anak-anakku
Buat bubu bangga
Karena saat ini, hanya itu yang bubu mau.
Bubu sayang Byan
Bubu sayang Mirza
Minggu, 28 Juli 2013
Surat Cinta Terakhir
Dear Kamu
Masih teringat jelas, jejak rekam yang kamu tinggalkan di kepala, didalam kenangan aku tentang kamu. Ada berjuta cerita, bahagia, duka nestapa semua bercampur aduk menjadi satu. Manis, pahit semua melebur di dalam hati, asa dan raga.
Masih ingat jelas, mengapa aku jatuh cinta padamu, sebuah alasan yang juga membuat kamu mengabaikan aku. Tapi itu sejarahku, tidak akan berubah. Aku berdamai dengan diri berdamai dengan keadaan. Dan aku menerima setiap alasan yang kamu kemukana ketika kamu berhenti, berhenti jatuh sayang padaku.
Apakah ada alasan lain lagi kenapa aku bertahan di sisi kamu ?
Apakah ada alasan lain lagi kenapa aku harus mengabaikan rasa sakit yang aku rasakan ?
Apakah ada alasan lain lagi kenapa aku harus menerima semua perlakuan jahat kamu padaku. di 2 tahun terakhir ini ?
Tidak, aku lelah...dengan semua yang aku rasakan, aku lelah dengan semua yang kamu lakukan.
Aku mundur, pergi, menjauh sejauh yang aku bisa untuk menjauhi kamu.
Aku hanya ingin bahagia, dengan kehidupan yang normal. Dan kamu tahu itu.
Terima kasih, buat 11 tahun kebersamaan kita. Aku yakin, kamu sempat bahagia bersamaku, seperti aku juga sempat bahagia bersama kamu.
Ini surat cinta terakhir yang akan ku kirimkan padamu. Tidak ada lagi cerita kita, tidak ada lagi rasa yang tersisa, aku dan kamu telah mengakhiri semua. Berjalan dengan pilihan masing-masing, dengan ego dalam BEGO dengan kepala terangkat dalam kesombongan.
Aku dan kamu berakhir, tanpa dendam.
/deasy
Masih teringat jelas, jejak rekam yang kamu tinggalkan di kepala, didalam kenangan aku tentang kamu. Ada berjuta cerita, bahagia, duka nestapa semua bercampur aduk menjadi satu. Manis, pahit semua melebur di dalam hati, asa dan raga.
Masih ingat jelas, mengapa aku jatuh cinta padamu, sebuah alasan yang juga membuat kamu mengabaikan aku. Tapi itu sejarahku, tidak akan berubah. Aku berdamai dengan diri berdamai dengan keadaan. Dan aku menerima setiap alasan yang kamu kemukana ketika kamu berhenti, berhenti jatuh sayang padaku.
Apakah ada alasan lain lagi kenapa aku bertahan di sisi kamu ?
Apakah ada alasan lain lagi kenapa aku harus mengabaikan rasa sakit yang aku rasakan ?
Apakah ada alasan lain lagi kenapa aku harus menerima semua perlakuan jahat kamu padaku. di 2 tahun terakhir ini ?
Tidak, aku lelah...dengan semua yang aku rasakan, aku lelah dengan semua yang kamu lakukan.
Aku mundur, pergi, menjauh sejauh yang aku bisa untuk menjauhi kamu.
Aku hanya ingin bahagia, dengan kehidupan yang normal. Dan kamu tahu itu.
Terima kasih, buat 11 tahun kebersamaan kita. Aku yakin, kamu sempat bahagia bersamaku, seperti aku juga sempat bahagia bersama kamu.
Ini surat cinta terakhir yang akan ku kirimkan padamu. Tidak ada lagi cerita kita, tidak ada lagi rasa yang tersisa, aku dan kamu telah mengakhiri semua. Berjalan dengan pilihan masing-masing, dengan ego dalam BEGO dengan kepala terangkat dalam kesombongan.
Aku dan kamu berakhir, tanpa dendam.
/deasy
Langganan:
Komentar (Atom)

