Rabu, 06 November 2013

30 Hari Menjelang 31

Ya, 30 hari lagi usia saya 31 tahun. Inn sha Allah. aamiin YRA.

 Di usia ini, jujur saja saya belum merasa di keadaan aman, entah itu kehidupan percintaan (halah!) apalagi keuangan. Sebagai seorang single moms dengan dua orang anak laki-laki, keadaan ini jujur saja bikin saya sedikit khawatir, tetapi sebagai seorang perempuan biasa, keadaan ini justru bikin saya ngga peduli.

Tapi ada yang saya syukuri, teramat saya syukuri malah,  bawah saya mencapai di tahap IKHLAS. Berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan keadaan, bahkan berdamai dengan mantan suami. Sehingga saya bisa dengan santai ngobrol dengan beliau, tanpa rasa dendam, marah atau justru rasa cinta. 

Ya, laki-laki ini, yang pernah selama  11 tahun menemani kehidupan saya, tampak seperti laki-laki lain, semacam teman sekolah saya. Yang bisa saya ajak ngobrol tanpa rasa sakit yang teramat dalam, seperti beberapa tahun terakhir. No hard feeling. 

Saya berdamai, dan itu dimulai dengan saya mengijinkan ByanMirza menginap bersama ayahnya, dan (mungkin) calon istri ayahnya. Saya pikir, ByanMirza pun harus menghormati dia sebagai "teman" ayahnya, seperti saya ingin ByanMirza menghormati #partner saya sekarang.

Saya tahu, ngga ada satu pun perempuan yang bahagia menghadapi perceraian, atau tertawa senang ketika palu hakim di ketuk, semua perempuan pasti terpuruk. Merasa hancur. Tidak berharga atau di hargai. Merasa tidak diinginkan oleh lelaki manapun. Just take your time, nikmati setiap sakitnya, rasakan setiap air matanya, keluarkan emosinya, dan ketika kita berdamai dengan keadaan, semua terasa lebih baik.

jadi, inilah saya, perempuan menjelang usia 31 tahun.