Selasa, 21 Februari 2012

Filosofi Air

Hujan dlm konteks islam adlh rahmat. Melalui malaikat Mikail dititipkan rezeki & manfaat tdk hanya utk manusia, namun jg bagi alam semesta.

Hujan, sering kali kita memaki, marah dan akhirnya menyalahkan hujan. Membuat banjir, meghalangi janji atau membuat sakit. Padahal menurut mbak Ina hujan merupakan "curahan air berlimpah turun, insya Allah penuh berkah Allah untuk kita semua" Amin.

Seperti air yang selalu mengisi ruang kosong di setiap sudut, seolah-olah menangkap celah dimana  bisa berbagi kebaikan bagi kehidupan

Mendahulukan pilihan yang paling penting dari yang penting dalam menunaikan kewajiban. Air selalu memenuhi ruang dengan mendahulukan bagian dasarnya.

Step by step, slowly but sure. Letakan langkah demi langkah untuk tujuan yang hakiki. Seperti air, dari hulu ke hilir. Tujuan yang jelas.

mari PANTANG MENYERAH seperti cerminan sifat air pada ombak yang tak kenal lelah menghantam kokohnya batu karang.

Air memiliki kepedulian dan kepekaan sosial. Lihat bagaimana setiap jengkal permukaan air ikut bergetar jika kita ceburkan batu dan ia akan kembali tenang

Mari kita perhatikan kebesaran Rabb kit, melalui hikmah-hihmah yang terkandung dalam setiap penciptaannya. Mari kita belajar dari Air. Gratis dari Allah.

Nikmatnya belajar dari Allah itu tidak perlu beli buku panduannya , ngga perlu ikut seminarnya dan semuanya gratis.


Tulisan ini dibuat berdasarkan timeline mbak Ina Madjidhan @inagibol di twitter.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar