Selasa, 05 Februari 2013

Thanks to Upline



"mbak, saya mau keluar dari core team dulu, karena saya ngga bisa fokus"
"Okey Des, silahkan. Tapi ketika kamu ingin kembali, kamu bisa langsung colek saya"

Aaahhh adem kan ?
Ketika kita membutuhkan ruang, dikasih ruang yang luas tapi tidak ditinggalkan sendirian itu rasanya menyenangkan dan melegakan.

Itu yang saya dapatkan dari Mbak Shrie dan Mbak Shinta.

Sebagai downline yang baik (halah!) , saya tahu tidak adil buat upline-upline saya untuk terus fokus terhadap saya tetapi saya sendiri ngga fokus, mangkanya saya mengundurkan diri dari core team, dan alasan saya di terima oleh upline. 

Inilah enaknya bisnis Oriflame, tidak ada atasan dan bawahan, yang membedakan upline dan downline hanyalah waktu join (Ilnayuti Sari). 

Kita adalah partner, tetapi tanpa upline yang membantu kita memulai bisnis ini kita bukan siapa-siapa.

Siapa yang menjelaskan tentang keuntungan 30% ketika kita jadi member ?

Siapa yang menjelaskan tentang welcome program ?

Siapa yang menjelaskan tentang success plan ?

Siapa yang membimbing kita mulai dari ngga tau apa-apa, sampai akhirnya jadi banyak tahu ?

Siapa yang bikin kita pintar melalui training-training keren ?

Siapa yang mengingatkan apa mimpi kita dan apa yang ingin kita raih ?

Siapa yang memegangi tangan kita ketika kita hampir menyerah menjalani bisnis ini ?

Yes, dia adalah upline kita.


jadi, boleh kan saya bikin tulisan ini, untuk berterima kasih atas apa yang sudah saya terima dari upline-upline saya yang keren, minta doa restu juga dari upline semoga saya bisa jadi downline yang keren plus jadi upline yang keren untuk downline-downline saya.

Deasy Indah
*sedang berusaha jadi downline yang keren, dan upline yang keren juga* 
 
 

They are the reason

ketika mulut ingin memaki, mereka mengingatkan untuk memuji

Ketika hati ingin membenci, mereka meningatkan untuk mencinta

Ketika rasa ingin menjauh, mereka mengingatkan untuk mendekat

Ketika lelah mendera, mereka mengingatkan untuk berusaha

Ketika bosan menyapa, mereka mengingatkan untuk tetap setia

dan...

Ketika mulai menyerah, mereka mengingatkan untuk bertahan

Yaa ... mereka adalah alasan

Kenapa saya tetap hidup

tetap tersenyum

tetap memaafkan

Byan, Mirza kalian adalah alasan untuk semua hal baik yang bubu lakukan di hidup bubu sekarang.



Senin, 28 Januari 2013

Self Motivated

Sering kali orang pintar memotivasi orang lain tetapi lupa memotivasi diri sendiri.

Gw banget!!!

Idiihhhh bukannya bangga, tapi ini kan dalam rangka intropeksi diri. Dan seorang teman bilang

" lo tuh keren banget Mak, masih berasa diri kurang keren. lo harusnya punya motivasi yang kuat dalam diri lo untuk maju dan berkembang, bukannya diam di tempat, menangisi nasib, menyalahkan diri sendiri"

"hhhmmm .... okeeyyyy, apa kerennya gw ya?!"

Okey ... okey ... percakapan ini tidak harus di tulis semuanya disini, itu sih sama saja dengan ngebongkar aib sendiri.

Pada akhirnya, sering kali ... iya sering kali kita lebih gampang menemukan alasan kita untuk diam di tempat, dari pada alasan kita untuk maju.

"yaaa...gw kan ngga bisa naik level soalnya anak gw 2"

kasihan amat yaa si anak jadi alasan kemalasan ibunya (bukan gw yaaa :D}

"habis gimana...suami gw ngga ngijinin gw bisnis siihhh" 

Padahal suaminya itu bukan tidak mengijinkan, tetapi si istri juga belum bercerita apapun.

Naahhh balik lagi ke self motivated, yang harus kita lakukan adalah menemukan motivasi terkuat dari dalam diri kenapa kita harus maju, kenapa kita harus tampil cantik, kenapa kita harus banyak duit, kenapa kita harus berolahraga.

Ini yang lagi digali sekarang. dan sebenenrnya sudah menemukan jawabannya dari beberapa bulan yang lalu, tetapi lagi-lagi si alasan yang menang akhirnya diabaikanlah.

Naahhh (lagi) sudahkah menemukan apa motivasi terbesar kamu untuk terus hidup saat ini?