Rabu, 21 Mei 2014

Catatan Senior Manager

What you think is what you get

Kalo ada yang bilang jadi Senior Manager mudah ? ya memang mudah

Kalo ada yang bilang jadi Senior Manager susah ? ya memang susah

Karena apa yang kita pikirkan itu yang kita dapatkan.

Saya sudah pernah mengalami keduanya.

Saya pernah berpikir bahwa menjadi seorang senior manager di Oriflame susah.

Dan memang susah.

Susah sekali rasanya rekrut

Susah sekali rasanya membina

Susah sekali rasanya menghadapi downline yang rewel

Susah sekali rasanya mencapai 10000BP

Kemudian saya berpikir

Kalo teman-teman seangkatan saya sudah jadi senior manager dan director

Bahkan ada yang open diamond harusnya menjadi senior manager itu mudah, iya kan ?

Baiklah, menjadi senior manager itu mudah

Dan ternyata

Merekrut itu mudah

Membina downline itu menyenangkan

Ikhlas ketika menghadapi keluhan downline

Dan dan alhamdulillah mendapatkan 10000BP di bulan Maret ini  dimudahkan

***
Saya join Oriflame sudah lama

Sempat ada di posisi 12%, kemudian merosot tajam selama hampir 2 tahun.

Apa yang terjadi 2 tahun itu ?

SAYA TIDAK MENGERJAKAN ORIFLAME

Saya bergulat dengan masalah pribadi

Saya terpuruk

Saya depresi

Saya rendah diri

Saya merasa tidak berharga

dan saya merasa tidak diinginkan

Satu-satunya alasan saya masih datang ke kantor Oriflame dan ketemu teman-teman di sana adalah menjaga diri agar tetap waras, agar tidak gila.

Kesadaran yang benar-benar sadar itu datang ketika saya sadar bahwa saya sendiri sekarang, dan satu-satunya pekerjaan yang bisa saya lakukan (dan mau saya lakukan) adalah Oriflame-an

Saya ngga mungkin kerja kantoran, selain karena waktu saingannya adalah wanita-wanita muda dan fresh graduated.

Mau buka toko konvensional, saya ngga punya modal

Mau bisnis yang lain, saya ngga bakat

Kemudian saya belajar ikhlas

Berdamai dengan diri

Berdamai dengan lingkungan

Berdamai dengan keadaan

Ya sudah akhirnya saya kembali FOKUS Oriflame-an

FOKUS rekrut

FOKUS membina

FOKUS memantaskan diri

Dan inilah saya



/deasy

Senior Manager Oriflame Indonesia





Selasa, 20 Mei 2014

After 1 years



After 1 years
Better Life, Better Love and Better Me

Ngga kerasa ya, udah hampir setahun jadi single fighter untuk diri sendiri.
Mudah ? tentu saja tidak
Susah ? tidak juga
Karena  ternyata keadaan ini jauh lebih baik dari keadaan sebelumnya, bertahun-tahun sebelumnya.
Perempuan mana yang bangga dengan status janda ? Ngga ada.
Saya yakin, setiap perempuan yang menghadapi proses perceraian, akan menghadapi hari-hari yang buruk, hati yang hancur berkeping, harus terlihat baik-baik saja padahal terpuruk. Dan itu melelahkan.
Sedih rasanya kalo ke mall, dan lihat satu keluarga utuh sedang jalan-jalan, tertawa bahagia dan anak-anak berlari riang.
Perih rasanya lihat pasangan yang mesra, yang menjaga satu sama lain, tapi ini kan resiko dari sebuah pilihan yang harus di hadapi, iya kan ?

Tapi ...
Air mata tidak perlu di pertontonkan
Dan kesusahan tidak perlu dipamerkan
Hidup harus berjalan, dan tidak ada waktu menyesali nasib.

Setelah satu tahun berlalu, kehidupan personal menjadi lebih baik. Ada teman-teman yang menyenangkan, ada bisnis yang menghasilkan dan ada partner yang terasa tulus mencintai.
Dan saya ? menjadi pribadi yang lebih baik
Menjadi sosok yang tidak mudah menyerah, tegar dan berprasangka baik dalam setiap hal.
Apakah saya menjadi sosok yang tidak punya masalah ? tentu tidak. Setiap bagian kehidupan selalu ada masalah, tapi saya menjadi lebih bijak menyikapinya.
Menghadapi prasangka buruk orang lain, menghadapi caci maki orang, menghadapi keadaan ketika ngga punya uang, menghadapi bisnis yang tidak selalu mulus.

Hey, tapi ini hidup kan ?
Dan hidup kita, kita yang menjalani, kita yang menghadapi, bukan orang lain dan kita yang menikmati hasilnya.
Dan kita bertanggung jawab atas kebahagiaan kita sendiri, bukan orang lain


Terima kasih Tuhan, buat hidup yang menyenangkan.Alhamdulillah


Rabu, 06 November 2013

30 Hari Menjelang 31

Ya, 30 hari lagi usia saya 31 tahun. Inn sha Allah. aamiin YRA.

 Di usia ini, jujur saja saya belum merasa di keadaan aman, entah itu kehidupan percintaan (halah!) apalagi keuangan. Sebagai seorang single moms dengan dua orang anak laki-laki, keadaan ini jujur saja bikin saya sedikit khawatir, tetapi sebagai seorang perempuan biasa, keadaan ini justru bikin saya ngga peduli.

Tapi ada yang saya syukuri, teramat saya syukuri malah,  bawah saya mencapai di tahap IKHLAS. Berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan keadaan, bahkan berdamai dengan mantan suami. Sehingga saya bisa dengan santai ngobrol dengan beliau, tanpa rasa dendam, marah atau justru rasa cinta. 

Ya, laki-laki ini, yang pernah selama  11 tahun menemani kehidupan saya, tampak seperti laki-laki lain, semacam teman sekolah saya. Yang bisa saya ajak ngobrol tanpa rasa sakit yang teramat dalam, seperti beberapa tahun terakhir. No hard feeling. 

Saya berdamai, dan itu dimulai dengan saya mengijinkan ByanMirza menginap bersama ayahnya, dan (mungkin) calon istri ayahnya. Saya pikir, ByanMirza pun harus menghormati dia sebagai "teman" ayahnya, seperti saya ingin ByanMirza menghormati #partner saya sekarang.

Saya tahu, ngga ada satu pun perempuan yang bahagia menghadapi perceraian, atau tertawa senang ketika palu hakim di ketuk, semua perempuan pasti terpuruk. Merasa hancur. Tidak berharga atau di hargai. Merasa tidak diinginkan oleh lelaki manapun. Just take your time, nikmati setiap sakitnya, rasakan setiap air matanya, keluarkan emosinya, dan ketika kita berdamai dengan keadaan, semua terasa lebih baik.

jadi, inilah saya, perempuan menjelang usia 31 tahun.