Selasa, 20 Mei 2014

After 1 years



After 1 years
Better Life, Better Love and Better Me

Ngga kerasa ya, udah hampir setahun jadi single fighter untuk diri sendiri.
Mudah ? tentu saja tidak
Susah ? tidak juga
Karena  ternyata keadaan ini jauh lebih baik dari keadaan sebelumnya, bertahun-tahun sebelumnya.
Perempuan mana yang bangga dengan status janda ? Ngga ada.
Saya yakin, setiap perempuan yang menghadapi proses perceraian, akan menghadapi hari-hari yang buruk, hati yang hancur berkeping, harus terlihat baik-baik saja padahal terpuruk. Dan itu melelahkan.
Sedih rasanya kalo ke mall, dan lihat satu keluarga utuh sedang jalan-jalan, tertawa bahagia dan anak-anak berlari riang.
Perih rasanya lihat pasangan yang mesra, yang menjaga satu sama lain, tapi ini kan resiko dari sebuah pilihan yang harus di hadapi, iya kan ?

Tapi ...
Air mata tidak perlu di pertontonkan
Dan kesusahan tidak perlu dipamerkan
Hidup harus berjalan, dan tidak ada waktu menyesali nasib.

Setelah satu tahun berlalu, kehidupan personal menjadi lebih baik. Ada teman-teman yang menyenangkan, ada bisnis yang menghasilkan dan ada partner yang terasa tulus mencintai.
Dan saya ? menjadi pribadi yang lebih baik
Menjadi sosok yang tidak mudah menyerah, tegar dan berprasangka baik dalam setiap hal.
Apakah saya menjadi sosok yang tidak punya masalah ? tentu tidak. Setiap bagian kehidupan selalu ada masalah, tapi saya menjadi lebih bijak menyikapinya.
Menghadapi prasangka buruk orang lain, menghadapi caci maki orang, menghadapi keadaan ketika ngga punya uang, menghadapi bisnis yang tidak selalu mulus.

Hey, tapi ini hidup kan ?
Dan hidup kita, kita yang menjalani, kita yang menghadapi, bukan orang lain dan kita yang menikmati hasilnya.
Dan kita bertanggung jawab atas kebahagiaan kita sendiri, bukan orang lain


Terima kasih Tuhan, buat hidup yang menyenangkan.Alhamdulillah


Rabu, 06 November 2013

30 Hari Menjelang 31

Ya, 30 hari lagi usia saya 31 tahun. Inn sha Allah. aamiin YRA.

 Di usia ini, jujur saja saya belum merasa di keadaan aman, entah itu kehidupan percintaan (halah!) apalagi keuangan. Sebagai seorang single moms dengan dua orang anak laki-laki, keadaan ini jujur saja bikin saya sedikit khawatir, tetapi sebagai seorang perempuan biasa, keadaan ini justru bikin saya ngga peduli.

Tapi ada yang saya syukuri, teramat saya syukuri malah,  bawah saya mencapai di tahap IKHLAS. Berdamai dengan diri sendiri, berdamai dengan keadaan, bahkan berdamai dengan mantan suami. Sehingga saya bisa dengan santai ngobrol dengan beliau, tanpa rasa dendam, marah atau justru rasa cinta. 

Ya, laki-laki ini, yang pernah selama  11 tahun menemani kehidupan saya, tampak seperti laki-laki lain, semacam teman sekolah saya. Yang bisa saya ajak ngobrol tanpa rasa sakit yang teramat dalam, seperti beberapa tahun terakhir. No hard feeling. 

Saya berdamai, dan itu dimulai dengan saya mengijinkan ByanMirza menginap bersama ayahnya, dan (mungkin) calon istri ayahnya. Saya pikir, ByanMirza pun harus menghormati dia sebagai "teman" ayahnya, seperti saya ingin ByanMirza menghormati #partner saya sekarang.

Saya tahu, ngga ada satu pun perempuan yang bahagia menghadapi perceraian, atau tertawa senang ketika palu hakim di ketuk, semua perempuan pasti terpuruk. Merasa hancur. Tidak berharga atau di hargai. Merasa tidak diinginkan oleh lelaki manapun. Just take your time, nikmati setiap sakitnya, rasakan setiap air matanya, keluarkan emosinya, dan ketika kita berdamai dengan keadaan, semua terasa lebih baik.

jadi, inilah saya, perempuan menjelang usia 31 tahun.



Selasa, 24 September 2013

Dear Byan, Mirza ... Ini surat cinta dari Bubu

Dear Byan, Mirza

Entah kenapa pagi ini rasanya mellow sekali, Bubu melihat Mirza yang lagi nonton TV, membayangkan kakak yang lagi sekolah tanpa di minta dan tanpa permisi, bubu menangis. Yaa...bubu sedih atau bubu bahagia, karena ternyata kalian sudah sebesar ini.

Siang ini, bubu akan menuliskan surat cinta untuk kalian.


Byan, Mirza

Bubu mengingat dengan jelas, kehamilan kalian. Berbeda, tapi bubu menikmati setiap momen berharga. 
Kehamilan Kakak yang nyaris tanpa masalah. Berjalan lancar. Alhamdulillah.
Apakah kakak ingat, ketika di perut bubu, kita pulang jam 2 malam sehabis nonton soundrenalin ?
Apakah kakak ingat, kalo bubu ngidam banget ayam bakar bu imas, dan niat banget dari tanjung sari ke ITC naik bis hanya untuk makan ayam bakar ?
Apakah kakak ingat, kita hobi sekali jalan-jalan, datang ke event-event kantor ayah ?
Aahhh bubu masih mengingatnya dengan jelas.
Apakah kakak ingat, ketika hari lahir kamu tiba, bubu dan ayah bernyanyi sepanjang jalan hanya untuk berusaha menghilangkan rasa sakit akibat kontraksi.

Dan Mirza, bubu bersyukur bisa melewati kehamilan dan kelahiran kamu dengan lancar.  Okey, bubu terlena dengan kehamilan kakak yang tanpa morning sick, tanpa masalah, tapi ternyata Allah memberikan nikmat itu semua di kehamilan kamu.
Nyaris 9 bulan bubu isi dengan mual-mual, muntah-muntah.
Apakah kamu ingat, bagaimana bubu menangis, ketika tidak ada lagi yg bisa bubu keluarkan dari perut sementara rasa mual kian menyapa dengan hebatnya ?
Apakah kamu ingat, ketika bubu berusaha mati-matian minum susu hanya agar kamu tumbuh kuat di perut bubu ?
Apakah kamu ingat, ketika bubu nyaris menyerah ketika melahirkan kamu. 
Apakah kamu ingat di Manado, hanya ada bubu, kakak dan ayah ?
Apakah kamu ingat bubu lemas, capek tapi bahagia setelah kontraksir hampir 30 jam lamanya ?
Aaahhh Mirza, apakah kamu ingat semua ?

Melewati hari demi hari, tentu bubu menikmati semuanya.

Menikmati kenakalan kalian
Menikmati pertumbuhan kalian
Menikmati setiap tahap kehidupan kalian

Bubu akan menikmatinya, karena bubu tahu, bubu akan merindukannya.

Byan, Mirza

Saat ini, bubu berusaha keras menjalankan hidup sehat.Okeeyy walau kadang godaan sekedar malas berolah raga atau makan makanan yang berlemak kerap datang, tapi bubu berusaha, berusaha untuk hidup sehat.

kenapa ?

Bukan ... bukan karena bubu pengen punya badan sekeren  Angelina Jolie.

Tapi karena bubu mau, menemani Byan dan Mirza lebih lama dalam keadaan sehat. Tidak menyusahakan kalian di masa tua bubu.

Bubu ingin melihat Byan dan Mirza di wisuda
Bubu ingin melihat Byan dan Mirza menikah
BUbu ingin melihat Byan dan Mirza berkeluarga, memberikan bubu cucu yang lucu

Bubu percaya, bahwa Byan dan Mirza akan punya pilihan dalam hidup nanti. Entah mau sekolah dimana, menikah dengan siapa, bekerja dimana. Bubu membebaskan kalian untuk memilih, walau mungkin bubu tidak ada di pilihan kalian. Pilihlah yang baik, membawa kebaikan buat semua

Bubu bahagia, ketika kalian berbahagia.


Byan, Mirza

Bubu minta maaf, untuk banyak waktu yang tidak bisa kita lewati bersama. untuk semua kesibukan bubu. 

Bubu hanya ingin, Byan dan Mirza mengingat bahwa punya seorang bubu yang tidak pernah menyerah, memberikan yang terbaik untuk kalian.

Biarkan bubu bekerja keras mencari uang, bubu hanya minta nilai yang baik sebagai balasan. Hidup yang lurus, bukan ... bukan hanya demi kebahagiaan bubu, tapi juga kebagahiaan kalian.

Di masa tua bubu nanti, bubu ingin tinggal di sebuah panti jompo, berbaur dengan banyak orang seumuran bubu, bubu ngga ingin menyusahkan kalian.

Tapi bubu ingin, datanglah menjenguk bubu.
Dengan istri kalian yang sholeha
Dengan anak-anak kalian yg sholeh
Dengan rindu yang teramat sangat

Tumbuh besar anak-anakku
Buat bubu bangga

Karena saat ini, hanya itu yang bubu mau.


Bubu sayang Byan
Bubu sayang Mirza